Kedudukan Politik dan Agama

 

Apa politik itu ?

Aristoteles (Yunani, thn 384 SM – 322 SM) menyatakan, bahwa politik adalah upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki..  Selanjutnya ditambahkan oleh beliau, bahwa politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk kebaikan bersama.. Saya coba ambil pengertian universal politik ( dari sumber : wilkipeda.org ), bahwa politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan  secara konstitusional naupun nonkonstitusional.. Menurut salah seorang tokoh politik bernama Litre (maaf, asal-usul org ini saya kurang tahu), bahwa politik adalah ilmu memerintah dan mengatur negara.. Dan agar mudah dipahami, dan memiliki batasan pengertian yang jelas, maka secara terminologis politik dapat diartikan sebagai usaha untuk memperoleh, memperluas dan mempertahankan kekuasaan, atau  cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu, atau pengaturan urusan masyarakat dalam segala aspek kehidupan.. Nah disini baru adil, karena pendapat para nara sumber terkait politik bisa terangkum semua hehee….

Apa yang salah dengan politik ?

Apa yang salah dengan politik ? Hehee.. kalo menurut pandangan para ahli tadi ( dan yang lain juga ), bahwa tujuan politik adalah untuk kebaikan atau untuk kebaikan bersama.. Ini toh  juga sesuai dengan yang diharapkan oleh para aparatur pemerintahan dalam menjalankan politik pemerintahan.. Jadi menurut analisa saya, politik hanyalah alat untuk kebaikan.. Toh untuk untuk bisa mengatur negara kan butuh politik dan kekuasaan…

Trus, salah nya politik apa ? Nah yang salah itu, kalo politik dipakai sebagai alat kekuasaan trus udahan.. Maksudnya disini bukan kebaikan lagi yang menjadi tujuan akhir, melainkan kekuasaan itu sendiri.. Inilah yang saya maksud politik kotor

Selanjutnya timbul pertanyaan lagi, dengan apa kita bisa menilai bahwa kekuasaan yang ada bukan untuk kebaikan bersama ? Parahnya lagi kalau hanya untuk kepentingan kekuasaan ? Hehee.. disinilah butuh ukuran kacamata yang pas biar ngeliatnya gak kabur…  Dimana adanya kacamata itu ?

Peran dan Kedudukan Agama

Pada agamalah kacamata itu.. Karena agama bisa menilai, merasakan, bahkan membathin dengan nilai dan ukuran yang tepat (mewakili kebenaran universal) sehingga dapat memberi penilaian yang tepat, apakah fungsi politik sebagai alat kebaikan berjalan secara baik atau sebaliknya.. Jadi, agar berfungsi secara benar, bagaimanakah kedudukan agama terhadap politik, apakah dibawahnya ( agama bisa dimanfaatkan oleh dan untuk kepentingan kekuasaan ), haruskah sejajar ( bisa berujung kontrak politik ), ataukah diatas ? Yah, seharusnya diatasnya.. Disinilah peran agama sangat penting, karena menjadi mata masyarakat untuk menilai politik, apakah saat ini kondisinya sedang kotor atau jernih.. Seperti kata pepatah, kalo pandangan kita bersih, maka teranglah jalan kita broo..

Saya terus terang salut terhadap para pemimpin agama yang tidak mau terlibat dalam urusan politik, tapi terus memberi arahan dan teladan kepada masyarakat sesuai dengan yang seharusnya.. Begitulah seharusnya, karena kalau pemimpin agama sudah berada di area politk  dan kekuasaan, saya kurang yakin kacamatanya masih terus nempel di mata nggak.. hehee…

Kesimpulan Sendiri

Terserah gw ini yg nulis, mau gw bikin kesimpulan sendiri yah suka suka lah ya… Siiip lah… Kalau diandaikan, politik itu  ibaratnya golok.. Golok di tangan pak tani menghasilkan beras, tapi kalo di tangan penjahat bisa berujung kematian.. Jadi, kesalahan bukan ada pada si pak golok ya.. Kejahatan memang selalu ada, tapi kalo tanpa kacamata yang benar, nanti yang samar-samar malah bisa tidak terlihat loh.. Mudah-mudahan bisa ngerti yah.. Dah pada gede ini…

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *